Categories
Kesehatan

Kesalahan yang Bikin Diet Rendah Karbohidrat Tidak Efektif

Dikutip dari laman De Nature Webstore, Diet rendah karbohidrat sedang naik daun beberapa waktu belakangan. Metode diet ini disebut mampu memberikan hasil yang optimal, khususnya dalam hal menurunkan berat badan.

Selama ini diet rendah karbohidrat yang dipahami masyarakat adalah membatasi asupan karbohidrat menjadi hanya 60–130 gram per hari. Sebagai gantinya, pelaku diet mesti mengonsumsi makanan kaya protein serta lemak, seperti daging, ikan, telur, dan lain-lain.

Dengan mengeliminasi karbohidrat yang merupakan makanan pokok sehari-hari dan sering dikonsumsi berlebih, kalori yang masuk ke tubuh dapat dibatasi. Tak heran, metode diet ini terbukti efektif menurunkan berat badan.

Tidak sekadar itu, diet rendah karbohidrat juga bisa menjaga kestabilan gula darah sehingga turut menurunkan risiko penyakit diabetes.

Sayangnya, manfaat diet rendah karbohidrat tersebut tidak bisa dirasakan begitu saja. Apalagi jika Anda melakukan metode diet ini sembarangan.

Kesalahan dalam Melakukan Diet Rendah Karbohidrat

Telah menjalani diet rendah karbohidrat, namun belum merasakan manfaat hingga saat ini? Mungkin saja Anda telah melakukan kesalahan saat diet tanpa disadari.

Berikut beberapa kesalahan saat diet yang dimaksud:

  1. Terlalu Banyak Konsumsi Protein

Protein memang dapat memberikan sensasi kenyang dan mengoptimalkan proses pembakaran lemak dalam tubuh. Meski begitu, konsumsi protein tetap harus dibatasi. Anda pun mesti memilih jenis protein yang menunjang proses penurunan berat badan.

Faktanya, konsumsi protein yang tepat mengacu pada penurunan berat badan serta peningkatan otot tubuh, khususnya bila diimbangi dengan olahraga secara rutin dan teratur.

  1. Terlalu Takut Konsumsi Lemak

Manusia mendapatkan sebagian besar kalori dari karbohidrat. Saat tubuh tak lagi mendapat sumber energi tersebut akibat diet rendah karbohidrat, otomatis Anda harus menggantinya dengan zat gizi yang lain.

Jadi, jika tidak makan karbohidrat, Anda harus menambahkan pasokan lemak agar tidak kelaparan dan menyebabkan kekurangan gizi maupun energi.

Anda tak perlu takut gemuk akibat mengonsumsi lemak. Asalkan tetap ingat bahwa Anda harus menghindari lemak trans dan memilih jenis yang sehat, seperti lemak tak jenuh tunggal atau omega-3.

  1. Tidak Memenuhi Asupan Garam

Salah satu kesalahan saat diet rendah karbohidrat adalah penurunan kadar insulin. Pada diet rendah karbohidrat, kadar insulin Anda turun dan tubuh mulai mengeluarkan kelebihan natrium. Itulah mengapa pelaku diet rendah karbohidrat sering merasa kembung.

Ada pula efek samping lainnya yang dapat dirasakan akibat tubuh kekurangan natrium, seperti sakit kepala, merasa lelah, badan lemas, hingga sembelit.

Cara terbaik untuk menghindari masalah tersebut adalah dengan menambahkan garam dalam makanan yang Anda konsumsi. Sebagai solusi, Anda juga bisa minum satu cangkir kaldu setiap hari.

  1. Konsumsi Makanan Selain Karbohidrat Berlebihan

Saat menjalani diet rendah karbohidrat (kurang dari 130 gram karbohidrat per hari), biasanya seseorang cenderung mengompensasinya dengan makronutrien lain. Semisal dengan mengonsumsi produk susu dan olahannya secara berlebihan.

Padahal, produk susu dan olahannya juga mengandung karbohidrat di dalamnya. Oleh karena itu, mengonsumsi susu dan produk olahannya secara berlebihan saat diet rendah karbohidrat malah dapat menyebabkan berat badan meningkat.

  1. Malas Berolahraga

Ketika memulai diet rendah karbohidrat, berat badan yang turun signifikan mungkin akan membuat Anda merasa tak perlu lagi berolahraga. Padahal, untuk mendapatkan dan mempertahankan berat badan yang ideal dalam jangka waktu lama, berolahraga tetap harus dilakukan.

Berolahraga tidak dapat menggantikan diet apapun. Maka dari itu, usahakan untuk tetap aktif berolahraga paling tidak selama 30 menit setiap harinya.