5 Obat Sipilis Alami Paling Populer

Saat seseorang terinfeksi sifilis, dia akan mengalami masalah pada kesehatanya yang cukup mengganggu. Makanya, mengatasi sifilis sejak dini dianggap cara terbaik memeranginya.

“Cara yang paling ampuh adalah segera memeriksakan diri saat gejala penyakit sifilis muncul. Gejala penyakit sipilis dapat terlihat beberapa minggu setelah bakteri treponema pallidum masuk ke dalam tubuh,” William Schaffner II, Kepala Departemen Pencegahan di Vanderbilt University.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, kita dapat terkena sifilis melalui kontak langsung dengan orang yang terkena sifilis, yakni lewat seks vagina, anal, dan oral. Sifilis juga bisa menyebar dari ibu ke janin.

Beberapa ramuan herbal bisa membantu mencegah dan mengobati sifilis. Berikut beberapa obat sifilis dari alam yang dapat anda manfaatkan

  1. Akar Alang-alang

Alang-alang juga dikenal sebagai Reeds dalam salah satu ramuan tumbuh paling umum di Indonesia. Biasanya, tumbuh 2000 m di atas permukaan laut.

Sifat obat aditif digunakan oleh penduduk asli Indonesia sejak beberapa dekade. Siapa sangka rerumputan yang di anggap hama oleh petani ini mempunyai banyak khasiat salah satu untuk obat sifilis .

Kandungan dari akar alang-alang:

  • Glukosa
  • Manitol
  • Asam Sitrat
  • Asam Malic
  • Arundoin
  • Coixol
  • Fernerol
  • Silindrin
  • Anemonin
  • Simiarenol
  • Esin
  • Saponin
  • Alkali
  • Polifenol
  • Taninin

Kandungan ini terdapat pada bagian batang, akar dan bunganya yang sering dijadikan alternatif pengobatan tradisional. dan dapat di manfaatkan sebagai obat sifilis dari alam

  1. Lidah Buaya

Lidah buaya adalah sukulen dengan daun berdaging tebal yang diisi dengan zat gelatin yang jelas dikenal sebagai gel lidah buaya.

Penggunaannya dapat ditelusuri sejauh zaman Mesir Kuno. Bahkan, Alexander Agung jauh hanya untuk mengamankan lidah buaya yang tumbuh di sana sebagai obat sifilis alami.

Kandungan lidah buaya:

  • Air
  • 20 mineral
  • 12 vitamin
  • 18 asam amino
  • 200 senyawa aktif tanaman (phytonutrisi)
  1. Daun Sirih

Tanaman dengan nama lain Piper Betle ini adalah jenis tanaman merambat dan kebanyakan ditemukan di Indonesia.

Daun sirih bisa mencapai 12 m tinggi. Batang sirih coklat kehijauan, bulat, tersegmentasi dan merupakan akar dari debit.

Daunnya berbentuk hati, runcing, tumbuh bergantian, bertangkai, dan tidak enak saat dihancurkan.

Buahnya bulat buni berwarna hijau keabu-abuan. Akar naik, bulat dan berwarna keemasan. Daun tanaman ini sering digunakan untuk mengobati beberapa jenis penyakit.

Kandungan yang ada di daun sirih hijau sangat banyak meliputi:

  • Propen Fenil
  • Minyak Atsiri
  • Hidroksikavisol
  • Estragol
  • Kavikol
  • Kavibetol
  • Allilpyrokatekol
  • Caryophyllene
  • Cyneole
  • Cadinene
  • Diastase
  • Tanin
  • Pati
  • Seskuiterpen
  • Terpennena dan gula
  1. Daun Kumis Kucing

Daun kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) dikenal juga dengan nama daerah sebagai Songot koceng, Remujung atau Sesaseyan merupakan semak yang memiliki batang basah dengan tinggi vertikal 1,5 meter.

Tanaman ini memiliki daun berbentuk telur dengan pinggiran bergerigi taji kasar. Bunganya adalah benang sari dan putik yang mengeluarkan putih atau ungu.

Tumbuhan dari Afrika tropis kemudian menyebar ke Asia dan Australia yang tumbuh di tempat yang kering atau basah hingga ketinggian 700 meter di atas permukaan laut.

Daun kumis kucing diketahui mengandung glycosides orthosiphonin yang diyakini menurunkan asam urat, prostat, dan oksalat dari tubuh, terutama di kandung kemih, kandung empedu dan ginjal serta memperlancar pengeluaran urine (diuretik).

Kumis kucing berguna untuk mengatasi kondisi seperti rematik, batuk, pilek, sembelit, sakit punggung, infeksi dan pembengkakan ginjal, batu ginjal, diabetes, albuminuria, infeksi kandung kemih dan artritis gout, sifilis, dan kencing nanah.

  1. Bawang Putih

Bawang putih tidak hanya bisa digunakan sebagai penyedap masakan, tapi juga berguna untuk mengobati sifilis.

Bawang putih merupakan sumber mineral dan vitamin yang sangat penting untuk kesehatan tubuh.

Kandungan bawang putih:

  • 95% vitamin B-6 (piridoksin)
  • 52% vitamin C
  • 33% tembaga
  • 21% besi
  • 18% kalsium
  • Selenium 26%
  • Mangan 73%

Ramuan bawang putih telah digunakan untuk waktu yang lama di banyak obat tradisional Indonesia dan China sebagai obat untuk pilek, batuk, bronkitis, sifilis, dan kencing nanah.

Baca Juga: Obat Untuk Mengatasi Sifilis

Dalam pengobatan modern, ramuan eksotis ini dianjurkan sebagai makanan yang memberi manfaat kesehatan untuk anti-mikroba, anti-kanker, anti-diabetes, dan kekebalan tubuh serta sifat penurun kolesterol.